Pertengkaran juga termasuk perbuatan tercela yang biasanya terjadi karena perdebatan dan perbantahan.Pertengkaran merupakan nada perkataan untuk menuntut hak atau harta yang dikehendaki.
Rasulullah saw Bersabda:Sesungguhnya orang yang paling dibenci oleh Allah adalah orang yang sangat sengit dalam bertengkar(H.R.Bukhari,At tirmidzi dan Nasa'i)
Sebagian ulam mengatakan:jauhilah permusuhan karena permusuhan itu dapat menghapuskan agama",dan juga dikatan Orang wira'i sama sekali tidak pernah bermusuhan mengenai urusan agama.
Seumpama ada pertanyaan:'andaikan seseorang mempunyai hak,sedang untuk untuk mencari dan menjaganya tidak lepas dari permusuhan dengan orang zalim yang menganiayanya,maka bagaimana permusuhan yang seperti itu dicela'?
Ketahuilah bahwa permusuhan yang dicela adalah permusuhan yang dilakukan dalam perkara yang bathil dan permusuhan yang dilakukan oleh orang orang yang tidak mengetahui permasalahan yang sebenarnya,sebagaimana wakil hakim,karena sebelum mengetaui pihak mana yang sebenarnya mempunyai hak,ia mewakili permusuhan pada fihak dimana ia dipercaya,lalu ia bermusuhan dengan tanpa ilmu,juga permusuhan yang dilakukan orang yang menuntut haknya,tetapi melampaui batas hak yang semestinya,bahkan ia menampakkan permusuhan yang berlebihan dengan maksud menguasai atau dengan maksud menyakiti.Juga orang yang bergurau dengan permusuhan dengan kata-kata yang menyakitkan yang tidak diperlukannya dalam membela kebenaran.
Adapun orang yang membela haknya dengan benar menurut syara' dengan menghindari permusuhan yang berlebihan dan menggunakan perdebatan seperlunya serta dengan tanpa maksud menentang dan menyakiti,maka yang demikian ini tidak haram,tetapi lebih baik adalah meninggalkannya selama ada jalan lain yang dapat ditempuh.
Saturday, 23 August 2014
Friday, 22 August 2014
Bahaya Lidah:Bantahan dan Perdebatan
Bantahan dan Perdebatan termasuk perbuatan yang dilarang sebagaimana Sabda Rasulullah saw:Janganlah kamu membantah saudaramu,jangnlah kamu bersenda gurau dengannya dan janganlah kamu berjanji kepadanya dengan suatu janji,lalu kamu tidak menepatinya(H.R.at Tirmidzi)
Sabda Rasulullah saw:Tinggalkanlah perbantahan/perdebatan,karena perbantahan tidak dapat difahami hikmahnya dan tidak dapat dijamin keamanan fitnahnya(H.R.at Thabrani).
Sabda Rasulullah Saw:Barangsiapa meninggalkan perbantahan/perdebatan,padahal dia dalam pihak yang benar,niscaya dibangun untuknya rumah disurga yang paling tinggi,dan barang siapa meninggalkan perbantahan ,sedang ia dalam pihak yang salah,niscaya dibangun untuknya rumah di tengah-tengah surga(H.R.at Tirmidzi dan Ibnu Majjah)
Sebenarnya keterangan tentang tercelanya perbantahan dan perdebatan itu lebih banyak dari pada yang telah disabdakan Rasulullah saw,dan batasaangann\ perdebatan itu adalah setiap pertentangan mengenai perkataan orang lain dengan cara menampakkan kelemahan dan kekurangannya,baik mengenai untaian kata,pengertia yang dimaksud,atau mengenai maksud orang yang berkata sehingga meninggalkan kesan ingkar dan pertentangan.
Dengan demikian,maka setiap kamu mendengar perkataan yang benar,maka benarkanlah,dan kalau perkataan itu salah berbau dusta dan tidak ada sangkut pautnya dengan urusan agama,maka diamlah.Adapun kesalahan perkataan orang lain baik dari segi kaidah nahwu dan hambarnya untaian gaya bahasanya,kadang-kadang karena keteerbatasan ilmu pengetahuannya,atau dakalanya karena kesilapan lidah,maka bagaimanapun tidak ada alasan untuk mempertentangkan perkataan tersebut.
Jenis pertentangan dalam forum ilmiyah,seringkali ditentukan dengan istilah diskusi.Dan ini juga tercela,bahkan dalam forum seperti itu wajib untuk diamdan hanya bertanya untuk mendapat faidah.Tidak dengan sifat menentang,ingkar dan jaga gengsi,atau bertanya dengan sikap lemah lembut dan tidak dengan sikap mencela.
Adapun alasan berdebat adalah mengajukan pertanyaan dasar dengan maksud agar lawan debat terdiam,sehingga nampak kelemahan dan kekurangannya,dan dengan menyudutkan agar orang lain nampak bersalah dan bodoh.Dan tanda orang berdebat adalah jika memberikan keterangan tentang kebenaran ia menggunakan cara yang tidak disukai oleh lawan debatnya,sehingga dapt menampakkan kelemahan lawannya dan menunjukkan kelebihan dirinya.Maka tidak selamat oranag yang begitu kecuali dengan diam dari setiap apa yang tidak berdosa untuk mendiamkannya.
perdebatan tidak terlepas dari menyakitkan dan membangkitkan kemarahan orang yang telah berusaha menghindarinya untuk mengikuti dan berusaha memenangkan perdebatan dengan segala cara,yang mungkin dengan cara benar atau batil dan mencela orang yang tidak sependapat dengannya,lalu kemudian yang akan timbul adalah pertengkaran yang dampaknya akan saling menyakiti dengan kecerdikan masing-masing.
Sabda Rasulullah saw:Tinggalkanlah perbantahan/perdebatan,karena perbantahan tidak dapat difahami hikmahnya dan tidak dapat dijamin keamanan fitnahnya(H.R.at Thabrani).
Sabda Rasulullah Saw:Barangsiapa meninggalkan perbantahan/perdebatan,padahal dia dalam pihak yang benar,niscaya dibangun untuknya rumah disurga yang paling tinggi,dan barang siapa meninggalkan perbantahan ,sedang ia dalam pihak yang salah,niscaya dibangun untuknya rumah di tengah-tengah surga(H.R.at Tirmidzi dan Ibnu Majjah)
Sebenarnya keterangan tentang tercelanya perbantahan dan perdebatan itu lebih banyak dari pada yang telah disabdakan Rasulullah saw,dan batasaangann\ perdebatan itu adalah setiap pertentangan mengenai perkataan orang lain dengan cara menampakkan kelemahan dan kekurangannya,baik mengenai untaian kata,pengertia yang dimaksud,atau mengenai maksud orang yang berkata sehingga meninggalkan kesan ingkar dan pertentangan.
Dengan demikian,maka setiap kamu mendengar perkataan yang benar,maka benarkanlah,dan kalau perkataan itu salah berbau dusta dan tidak ada sangkut pautnya dengan urusan agama,maka diamlah.Adapun kesalahan perkataan orang lain baik dari segi kaidah nahwu dan hambarnya untaian gaya bahasanya,kadang-kadang karena keteerbatasan ilmu pengetahuannya,atau dakalanya karena kesilapan lidah,maka bagaimanapun tidak ada alasan untuk mempertentangkan perkataan tersebut.
Jenis pertentangan dalam forum ilmiyah,seringkali ditentukan dengan istilah diskusi.Dan ini juga tercela,bahkan dalam forum seperti itu wajib untuk diamdan hanya bertanya untuk mendapat faidah.Tidak dengan sifat menentang,ingkar dan jaga gengsi,atau bertanya dengan sikap lemah lembut dan tidak dengan sikap mencela.
Adapun alasan berdebat adalah mengajukan pertanyaan dasar dengan maksud agar lawan debat terdiam,sehingga nampak kelemahan dan kekurangannya,dan dengan menyudutkan agar orang lain nampak bersalah dan bodoh.Dan tanda orang berdebat adalah jika memberikan keterangan tentang kebenaran ia menggunakan cara yang tidak disukai oleh lawan debatnya,sehingga dapt menampakkan kelemahan lawannya dan menunjukkan kelebihan dirinya.Maka tidak selamat oranag yang begitu kecuali dengan diam dari setiap apa yang tidak berdosa untuk mendiamkannya.
perdebatan tidak terlepas dari menyakitkan dan membangkitkan kemarahan orang yang telah berusaha menghindarinya untuk mengikuti dan berusaha memenangkan perdebatan dengan segala cara,yang mungkin dengan cara benar atau batil dan mencela orang yang tidak sependapat dengannya,lalu kemudian yang akan timbul adalah pertengkaran yang dampaknya akan saling menyakiti dengan kecerdikan masing-masing.
Thursday, 21 August 2014
Bahaya Lidah:Suka Membicarakan Perkataan Batal
Yang dimaksud dengan membicarakan perkataan batal adalah memperbincangkan urusan maksiat,seperti mmemperbincangkan hal ikhwal wanita,tempat-tempat minuman keras,kenikmatan orang kaya,kesewenang-wenangan raja.Sesungguhnya semua itu termasuk sesuatu yang tidak boleh diperbincangkan,dan semua itu adalah haram.
Adapaun mengatakan sesuatu yang tidak penting,atau lebih banyak dari yang penting,maka lebih baik menghindarinya dan itu tidak haram.Memang benar,barang siapa yang banyak mengatakan sesuatu yang tidak bermanfaat/tidak penting maka tidak akan terhindar dari membicarakan sesuatu yang batal,pada umumnya manusia duduk-duduk untuk mengobrolkan sesuatu yang berbentuk senda-gurau yang tanpa sadar itu mengandung kebatilan.
Macam-macam kebatilan tidak mungkin bisa dibatasi dengan suatu batasan karena saking banyak dan beragam jenisnya,karena itu sangat sulit untuk terhindar kecuali dengan membatasi diri terhadap kepentingan- kepentingan agama dan dunianya saja.sehubungan dengan ini pernah terjadi kata-kata itu membinasakan orang yang mengatakannya,sebagai mana perkataan Bilal Bin Haris:Rasulullah Saw bersabda:
Sesungguhnya seorang laki-laki mengatakan suatu kalimat yang dengannya ia mendapat keridhaan Allah,padahal ia tidak menyangka bahwa kalimat itu dapat menyampaikannya pada keridhaan Allah swt,maka Allah menuliskan keridhaan itu sampai hari kiyama.Dan sesungguhnya laki-laki yang mengatakan suatau kalimat yang dengannya kalimat itu Allah memurkainya padahal ia tidak menduga bahwa kalimat itu mendatangkan kemurkaan untuknya sampai hari kiyamat.
Demikianlah uraian singkat tentang membicarakan kebatilan yang merupakan permulaan dari apa yang akan dijelaskan kemudian,seperti mengumpat,adu-domba,berkata keji dan lainnya,bahkan perkataan yang menyebutkan perkara-perkara yang dilarang yang telah terjadi sebelumnya ,atau berfikir untuk sampai kepadanya dengan tanpa ada keperluan yang jelas dan menyebutkannya.Dan termasuk juga didalamnya adalah menceritakan berita bid'ah,madzhab yang merusak dan mengkisahkan jalan cerita peperangan sahabat dengan cara yang bisa menimbulkan cacian kepada sebagian mereka,semua itu adalah suatu yang bathil danmembicarakannya merupakan kebathilan.
Adapaun mengatakan sesuatu yang tidak penting,atau lebih banyak dari yang penting,maka lebih baik menghindarinya dan itu tidak haram.Memang benar,barang siapa yang banyak mengatakan sesuatu yang tidak bermanfaat/tidak penting maka tidak akan terhindar dari membicarakan sesuatu yang batal,pada umumnya manusia duduk-duduk untuk mengobrolkan sesuatu yang berbentuk senda-gurau yang tanpa sadar itu mengandung kebatilan.
Macam-macam kebatilan tidak mungkin bisa dibatasi dengan suatu batasan karena saking banyak dan beragam jenisnya,karena itu sangat sulit untuk terhindar kecuali dengan membatasi diri terhadap kepentingan- kepentingan agama dan dunianya saja.sehubungan dengan ini pernah terjadi kata-kata itu membinasakan orang yang mengatakannya,sebagai mana perkataan Bilal Bin Haris:Rasulullah Saw bersabda:
Sesungguhnya seorang laki-laki mengatakan suatu kalimat yang dengannya ia mendapat keridhaan Allah,padahal ia tidak menyangka bahwa kalimat itu dapat menyampaikannya pada keridhaan Allah swt,maka Allah menuliskan keridhaan itu sampai hari kiyama.Dan sesungguhnya laki-laki yang mengatakan suatau kalimat yang dengannya kalimat itu Allah memurkainya padahal ia tidak menduga bahwa kalimat itu mendatangkan kemurkaan untuknya sampai hari kiyamat.
Demikianlah uraian singkat tentang membicarakan kebatilan yang merupakan permulaan dari apa yang akan dijelaskan kemudian,seperti mengumpat,adu-domba,berkata keji dan lainnya,bahkan perkataan yang menyebutkan perkara-perkara yang dilarang yang telah terjadi sebelumnya ,atau berfikir untuk sampai kepadanya dengan tanpa ada keperluan yang jelas dan menyebutkannya.Dan termasuk juga didalamnya adalah menceritakan berita bid'ah,madzhab yang merusak dan mengkisahkan jalan cerita peperangan sahabat dengan cara yang bisa menimbulkan cacian kepada sebagian mereka,semua itu adalah suatu yang bathil danmembicarakannya merupakan kebathilan.
Monday, 18 August 2014
Bahaya Lidah:Berkata Sesuatu yang Tidak Penting
Ketahuilah bahwa sebaik-baik keadaan adalah menjaga perkataanmu dari semua bencana yanng telah kami sebutkan,yaitu:mengumpat,adu domba,dusta,bermusuhan,berdebat dn lain sebagainya.Dan bicaralah mengenai sesuatu yang diperbolehkan,yang sama sekali tidak berbahaya,untuk diri kita dan juga untuk orang muslim lainnya.Kalau kamu berbicara tentang sesuatu yang tidak penting untuk kam,maka kamu telah menyia-nyiakan waktumu dan membuat perhitungan amal lidahmu.hendaklah kamu menukar sesuatu yang rendah dengan sesuatu yang baik,seandainya kita menggunakan waktu untuk berbicara yang tidak penting untuk berfikir maka akan terbuka rahmat Allah berupa sesuatu yang lebih besar manfaatnya,apalagi jika disertai dengan mengucap "Lailahailallah " dan bertasbih kepadaNya niscaya itu lebih baik bagimu.
Banyak sekali kalimat yang akan menuntun kita menuju syurga,tetapai kebanyakan kita menggunakan kalimat yang tidak penting dan bermanfaat untuk kita,seperti berbicara terlalu banyak trhdp sesuatu yang memang tidak dilarang tapi tidak bermanfaat dan seraya itu waktunya pun terbuang percuma,dibandingkan seandainya kita pergunakan waktu itu untuk zikir dan mengingat Allah Swt.
Sesungguhnya orang mu'min itu tiada diamnya kecuali untuk berfikir,tiada pandangannya melainkan ibarat dan dan tiada lain ucapannya melainkan berzikir,begitulah sabda Nabi saw.
Modal pokok seorang hmba adalah waktunya yang singkat didunia ini,manakala ia memakainya untuk sesuatu yang tidak pentingdan tidak mengandung nilai pahala untuk simpanan di akhirat kelak niscaya dia telah menyia-nyiakan modal pokoknya,Rasulullah saw Bersabda: Termasuk kebaikan islamnya seseorang adalah meninggalkan yang tidak penting untuknya(H.R.Turmudzi-Ibnu Majjah)
Mujahid Berkata:saya mendengar Ibnu Abbas berkata,Janganlah berbicara sesuatu yang tidak penting bagimu,sesungguhnya itu adalah kata-kata yang tiada guna dan tidak terhindar dari dosa,dan janganlah berkata sesuatu yang penting bagimu sehingga kau mendapatkannya,karena banyak orang yang berbicara perkara yang penting baginya lalu diletakkan bukan pada tempatnya sehingga membinasakan dirinya.
Bahaya Lidah Dan Keutamaan Diam
Patut anda ketahui bahaya lidah itu besar dan tiada orang yang selamat darinya melainkan dengan diam.Karena itu agama memuji dan mengajarkan tentang keutamaan diam.Sebagai mana sabda Rasulullah saw:
yang Artinya:Barang siapa diam niscaya selamat.(H.R.At Turmudzi)
Apa yang menyebabkan keutamaan diam untuk diri kita?"Ketahuilah sesungguhnya sangat banyak bahaya lidah seperti:dusta,mengumpat,adu domba,riya',bermuka dua,keji perkataan,berdebat sesuatu yang tidak penting,dan masih banyak sekali bahaya-bahaya lain yang bisa ditimbulkan lidah.
Bahaya-bahaya diatas tadi akan terasa membahagiakan dalam hati seiring pengaruh tabiat dan syaitan.Orang yang hanyut didalamnya sangat sedikit yang mampu menahan lidahnya.Akibatnya ia berusaha melepaskan lidahnya terhadap apa yang ia senangi dan menahan lidahnya terhadap sesuatu yang ia tidak senang padanya.Bisa diam untuk berbicara yang bisa membahayakan dan diam untuk keselamatan adalah hikmah menjaga lidah.Karena sesungguhnya semua amal perbuatan kita tak terkecuali lidah kita akan dicatat oleh malaikat sebagai amal baik atau buruk.Allah Swt Berfirman yang Artinya:Tiada suatu ucapan yang diucapkannya melainkan ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.(Qaaf:18)
Sesungguhnya perkataan itu ada empat bagian dan dapat kamu jadikan petunjuk terhadap keutamaan membiasakan diri untuk selalu mengutamakan diam yaitu:
1.Perkataan yang hanya mengandung bahaya
2.perkataan yang bermanfaat dan tidak mengandung bahaya sama sekali
3.perkataan yang didalamnya mengandung manfaat dan juga mengandung bahaya
4.perkataan tidak bermanfaat dan juga tidak berbahaya.
Adapun dari perkataan yang hanya mengandung bahaya kita wajib hukumnya mengutamakan untuk diam.begitupula dari perkataan yang ada bahaya dan manfaatnya,karena manfaat itu tidak sempurna karena juga mengandung sebuah bahaya.keempatnya tadi akan kita rincikan pada postingan selanjutnya.
yang Artinya:Barang siapa diam niscaya selamat.(H.R.At Turmudzi)
Apa yang menyebabkan keutamaan diam untuk diri kita?"Ketahuilah sesungguhnya sangat banyak bahaya lidah seperti:dusta,mengumpat,adu domba,riya',bermuka dua,keji perkataan,berdebat sesuatu yang tidak penting,dan masih banyak sekali bahaya-bahaya lain yang bisa ditimbulkan lidah.
Bahaya-bahaya diatas tadi akan terasa membahagiakan dalam hati seiring pengaruh tabiat dan syaitan.Orang yang hanyut didalamnya sangat sedikit yang mampu menahan lidahnya.Akibatnya ia berusaha melepaskan lidahnya terhadap apa yang ia senangi dan menahan lidahnya terhadap sesuatu yang ia tidak senang padanya.Bisa diam untuk berbicara yang bisa membahayakan dan diam untuk keselamatan adalah hikmah menjaga lidah.Karena sesungguhnya semua amal perbuatan kita tak terkecuali lidah kita akan dicatat oleh malaikat sebagai amal baik atau buruk.Allah Swt Berfirman yang Artinya:Tiada suatu ucapan yang diucapkannya melainkan ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.(Qaaf:18)
Sesungguhnya perkataan itu ada empat bagian dan dapat kamu jadikan petunjuk terhadap keutamaan membiasakan diri untuk selalu mengutamakan diam yaitu:
1.Perkataan yang hanya mengandung bahaya
2.perkataan yang bermanfaat dan tidak mengandung bahaya sama sekali
3.perkataan yang didalamnya mengandung manfaat dan juga mengandung bahaya
4.perkataan tidak bermanfaat dan juga tidak berbahaya.
Adapun dari perkataan yang hanya mengandung bahaya kita wajib hukumnya mengutamakan untuk diam.begitupula dari perkataan yang ada bahaya dan manfaatnya,karena manfaat itu tidak sempurna karena juga mengandung sebuah bahaya.keempatnya tadi akan kita rincikan pada postingan selanjutnya.
Subscribe to:
Comments (Atom)